Showing posts with label cerita jodha akbar. Show all posts
Showing posts with label cerita jodha akbar. Show all posts
Saturday, April 18, 2015
Jodha Akbar - Rangkuman 39
Sementara itu raja Jalal dan ratu Jodha masih bertengkar di ruangannya. Tidak menyadari bahwa terjadi kebakaran di area timbangan yang disebabkan oleh putra mereka. Mereka mempermasalahkan cara mendidik anak mereka pangeran Salim, keduanya memiliki argumen yang sama-sama kuat. Ratu Jodha menginginkan pendidikan yang diberikan ke Salim adalah pendidikan dan perlakuan yang penuh kasih sayang, tidak ada hukuman fisik yang memberatkan. Sedangkan raja berpendapat beda, bukan hukuman fisik melainkan hanya pembelajaran atau latihan fisik bagi pangeran Salim agar kelak tubuhnya kuat dan dapat bersikap sebagaimana calon seorang raja besar dan agung.
Akan halnya pangeran Salim sendiri masih menganggap semua yang dilakukan oleh orangtuanya merupakan hukuman dan bukan pembelajaran, pengaruh dari sikap negatif yang ditularkan oleh ratu Rukaya masih melekat dalam diri pangeran Salim yang mengakibatkan cara didik yang dilakukan oleh orangtua kandung pangeran Salim menjadi serba salah.
Friday, April 17, 2015
Jodha Akbar - Rangkuman 38
Setelah peristiwa penyerangan di hutan, raja Jalal dan ratu Jodha kembali ke istana. Syarifudin dan ayahnya mendapatkan hukuman penjara yang tempatnya tidak ada kehidupan sama sekali.
Namun tak lama kemudian Syarifudin berhasil lolos, karena dulu sebagai panglima kerajaan Mughal, Syarifudin sangat menguasai wilayah internal kerajaan Mughal.
Pangeran Salim akan berulang tahun, ratu Jodha dengan semangat yang baru berusaha kembali untuk mendapatkan perhatian dari anaknya itu.
Ratu Jodha berdandan cantik, membawa hadiah untuk putranya tercinta, dengan penuh kasih sayang ratu Jodha menyapa putranya dan memberikan hadiah ulang tahun pada pangeran Salim, walaupun awalnya pangeran masih tidak mau mendekat tapi akhirnya mau juga di pangku kemudian mereka berpelukan dengan sangat erat. Kemudian pangeran Salim akhirnya memahami bahwa ayah dan ibunya tetap menyayanginya, hal tersebut membuat ratu Rukaya semakin tidak suka.
Namun tak lama kemudian Syarifudin berhasil lolos, karena dulu sebagai panglima kerajaan Mughal, Syarifudin sangat menguasai wilayah internal kerajaan Mughal.
Pangeran Salim akan berulang tahun, ratu Jodha dengan semangat yang baru berusaha kembali untuk mendapatkan perhatian dari anaknya itu.
Ratu Jodha berdandan cantik, membawa hadiah untuk putranya tercinta, dengan penuh kasih sayang ratu Jodha menyapa putranya dan memberikan hadiah ulang tahun pada pangeran Salim, walaupun awalnya pangeran masih tidak mau mendekat tapi akhirnya mau juga di pangku kemudian mereka berpelukan dengan sangat erat. Kemudian pangeran Salim akhirnya memahami bahwa ayah dan ibunya tetap menyayanginya, hal tersebut membuat ratu Rukaya semakin tidak suka.
Jodha Akbar - Rangkuman 37
Masalah kemarin telah selesai, ratu Jodha dan raja Jalal kembali tenang. Namun tidak demikian ratu Rukaya yang selalu berfikir keras bagaimana caranya memisahkan hubungan raja Jalal, ratu Jodha dan pangeran Salim.
Ratu Rukaya membuat ulah lagi, dia menyiksa seorang anak pelayan karena telah memberi bumbu pada masakan, dengan kejam ratu Rukaya meminta Hoshiyar untuk mencambuk anak tersebut, ibu si anak dengan segera menghadap pada ratu Jodha dan meminta perlindungan dan pembelaan bahwa anaknya hanya melakukan kesalahan kecil tapi disiksa oleh ratu Rukaya. Ratu Jodha berhasil menghentikan penyiksaan tersebut karena posisi Mariam Uz Zamani adalah posisi tertinggi di istana para wanita dan tidak ada yang boleh melanggar perintahnya. Dengan kesal ratu Rukaya sangat marah karena merasa posisi ratu Jodha yang lebih tinggi darinya membuat dirinya merasa sangat iri hati dan benci.
Masalah tersebut sampai juga ke persidangan kerajaan, ratu Rukaya ngambek dan berniat untuk pergi saja dari istana, raja Jalal tidak melarang. Namun dengan kebaikan hatinya ratu Jodha membujuk ratu Rukaya untuk tidak pergi dari sini karena disini adalah keluarganya juga. *padahal cuma tipuan aja tuh...*
Jodha Akbar - Rangkuman 36
Setelah dilakukan penyelidikan di sidang istana raja Jalal menyimpulkan bahwa Rashid tidak bersalah karena dia hanya bermaksud memberi tumpangan kepada temannya tersebut dan tidak mengetahui bahwa temannya adalah salah satu penjahat yang berniat membunuh pangeran Salim. Rashid dimaafkan dan dibebaskan oleh raja Jalal namun ternyata akibatnya adalah Rashid mendapatkan sangsi sosial dari masyarakat bahwa dia adalah seorang penghianat.
Sangsi sosial pada Rashid lebih kejam karena masyarakat langsung menuduhnya dan menyebut-nyebutnya terus menerus dimanapun dia berada. Begitupun Nadira, putri Rashid yang diejek sebagai anak seorang penghianat.
Akhirnya mereka menyerah untuk meninggalkan kota Agra.
Labels:
378,
379,
380,
381,
382,
383,
384,
385,
386,
cerita jodha akbar,
Jodha akbar,
sinopsis jodha akbar 377
Monday, April 13, 2015
Jodha Akbar - Rangkuman 35
Singkat cerita, 9 th berlalu pangeran Salim tumbuh menjadi anak yang sangat disayang oleh ibunya dan juga ayahnya. Rahim, putra ratu Salima sudah menjadi pemuda yang gagah dan turut serta melatih anak-anak yang ada di lingkungan istana berlatih ilmu perang.
Jalal sebagai seorang ayah dan raja terkadang harus bersikap tegas terhadap calon pewaris tahta kerajaannya. Ada kalanya raja harus membawa Salim pergi menjauh dari istana untuk mengasah kemampuan pangeran Salim dalam mempertahankan diri.
Terkadang pula raja dan ratu Jodha harus terus memotivasi pangeran Salim yang kelak setelah dewasa akan menjadi raja pengganti raja Jalaluddin Akbar.
Sayangnya di lingkungan istana bukan cuma ratu Jodha dan raja Jalal saja yang merasa memiliki pangeran Salim, ratu Rukaya yang memang iri hati karena tidak memiliki anak mencoba untuk merusak pangeran Salim dengan hal-hal pemikiran yang negatif.
Ratu Rukaya merasa iri melihat kebahagiaan pangeran Salim bersama ratu Jodha dan raja Jalal. Dengan upaya yang jahat mulailah ratu Rukaya memberikan sesuatu yang akan merusak kestabilan pangeran Salim.
Saturday, March 28, 2015
Jodha Akbar - Rangkuman 33
Masih di tempat Salim Christi, pada malam hari ketika raja Jalal memasuki sebuah kamar, disana dilihatnya ratu Jodha, mereka berdua sama-sama kaget dan tidak menyangka akan bertemu di tempat Syeh Salim Christi. Ternyata ratu Jodha yang sedang mengalami kegelisahan diundang oleh Syeh Salim Christi.
Setelah pertemuan yang kikuk, mereka berbincang-bincang tentang maksud Syeh Salim Christi, Jalal berkata bahwa ratu Jodha telah memberitahu sebelumnya tapi Jalal menyangka bahwa dengan berperang dan membuat orang lain sama menderita seperti yang dirasakannya itu akan membuat dirinya menjadi damai, ternyata salah.
Ratu Jodha menghampiri raja Jalal yang sedang bersimpuh, kemudian meminta maaf pada suaminya karena telah membuatnya menderita. Ratu Jodha merengkuh raja Jalal dalam pelukannya kemudian direbahkan kepala suaminya dibahunya. Mereka berdua menangis, raja Jalal merasa sangat sedih, haru dan merasa bersalah terhadap istrinya yang sangat baik dan sangat dicintainya itu. Dengan lembut ratu Jodha mengusap air mata Jalal dan sebisa mungkin membuat suaminya tenang.
Syeh Salim Christi berdoa untuk Jalal supaya diberikan jalan yang benar.
Setelah pertemuan yang kikuk, mereka berbincang-bincang tentang maksud Syeh Salim Christi, Jalal berkata bahwa ratu Jodha telah memberitahu sebelumnya tapi Jalal menyangka bahwa dengan berperang dan membuat orang lain sama menderita seperti yang dirasakannya itu akan membuat dirinya menjadi damai, ternyata salah.
Ratu Jodha menghampiri raja Jalal yang sedang bersimpuh, kemudian meminta maaf pada suaminya karena telah membuatnya menderita. Ratu Jodha merengkuh raja Jalal dalam pelukannya kemudian direbahkan kepala suaminya dibahunya. Mereka berdua menangis, raja Jalal merasa sangat sedih, haru dan merasa bersalah terhadap istrinya yang sangat baik dan sangat dicintainya itu. Dengan lembut ratu Jodha mengusap air mata Jalal dan sebisa mungkin membuat suaminya tenang.
Syeh Salim Christi berdoa untuk Jalal supaya diberikan jalan yang benar.
Jodha Akbar - Rangkuman 32
Dengan hati yang sangat pedih raja Jalal menggendong jasad bayi Hussain untuk dimakamkan. Malam hari di tengah hujan deras di teras ruangan, raja Jalal seolah melampiaskan emosinya terhadap kematian anak-anaknya dan mulai menyalahkan dirinya dan ratu Jodha. Mengetahui raja berada di tengah hujan deras, ratu Jodha berusaha bicara baik-baik pada raja untuk tidak menghukum dirinya, akan tetapi dengan kemarahan luar biasa raja malah menyalahkan ratu Jodha yang pada malam kejadian memilih tinggal bersama raja dan meninggalkan Hussain dalam pengawasan Moti dan Zakira. Ratu Jodha sangat terkejut sekaligus sedih mendengar perkataan raja.
Setelah malam itu, raja Jalal menjadi sosok pribadi yang tidak sama lagi, raja tidak baik lagi, raja tidak mau dekat lagi dengan ratu Jodha. Raja Jalal berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia tidak akan punya hati lagi, karena setelah menjadi orang baik dirinya selalu dikecewakan oleh keadaan yang terjadi belakangan ini.
Ratu Rukaya masih tetap berduka dan menyalahkan ratu Jodha sebagai penyebab dari kematian anak-anaknya. Ratu Rukaya tidak mau mendengar perkataan dari ibunda Jalal ratu Hamida dan juga ratu Salima bahwa tidak baik menyalahkan orang lain karena Zeenat pengasuh yang dipilih sendiri oleh Rukaya untuk merawat Hussain.
Thursday, March 26, 2015
Jodha Akbar - Rangkuman 31
Setelah kematian Hasan, penjagaan terhadap Husain sangat ketat, di ruangan ratu Rukaya Husain dijaga dengan sangat hati-hati. Zeenat akhirnya memikirkan strategi lainnya untuk meracun Husain. Dalam sebuah kesempatan Zeenat memberikan racun pada ratu Rukaya yang menyebabkan ratu Rukaya menjadi lemah dan sakit, Zeenat berfikir kalau ratu Rukaya sakit maka Zeenat dengan leluasa dapat memberikan racun pada Husain.
Akan tetapi ternyata raja Jalal malah membawa Husain pada ratu Jodha yang pada saat itu masih mengalami kesedihan luar biasa karena kematian Hasan. Betapa senangnya ratu Jodha saat raja Jalal bayi Husain, wajah ratu Jodha langsung ceria seolah kerinduan terhadap Hasan bisa terobati. Raja akhirnya memutuskan selama ratu Rukaya sakit maka Husain akan dirawat oleh ratu Jodha. Kesedihan Jodha berkurang saat bisa merawat Husain.
Di saat raja yang pada saat itu terluka, Moti menyarankan agar Jodha bisa menemani raja malam ini, Moti maupun Zakira akan menggantikan Jodha dalam menjaga Hussain. Dan Jodhapun akhirnya melewatkan malam itu bersama suaminya. Zeenat mengambil kesempatan tersebut untuk mengecoh Moti dan Zakira yang saat itu sedang menjaga Hussain dan kesempatan untuk meracuni Husain didapatkan oleh Zeenat saat itu. Dengan menggunakan sarung jari yang kecil, Zeenat memasukkan racun ke dalam mulut Husain, setelah itu Husain dibiarkan tertidur di ayunannya. Tengah malam Jodha menengok Husain akan tetapi tidak paham bahwa Husain telah diracun.
Jodha Akbar - Rangkuman 30
Setelah ratu Jodha selesai beribadah di kuil dan kembali ke istana, ratu Jodha membicarakan tentang pajak bagi orang rajput. Walaupun pajak tersebut merupakan penghasilan besar untuk kerajaan namun sangat memberatkan rakyat kecil, dengan berbagai pertimbangan akhirnya pajak bagi orang rajput dihapuskan oleh raja Jalal.
Tak lama berselang, pesta rakyat menyambut kedatangan anak kembar raja Jalaluddin dan ratu Jodha digelar, semua ratu beserta keluarga istana hadir dalam perayaan tersebut, kecuali ibu ratu Hamida dan Jiji Anga, ibu ratu Hamida menjaga si kembar di ruangannya.
Demi menyelamatkan si kembar dari serangan tak terduga akhirnya raja Jalal memutuskan untuk tidak membawa si kembar dalam perayaan tersebut akan tetapi pada saat itu ratu Jodha dan ratu Rukaya tetap menggendong bayi walaupun yang digendong adalah boneka saja.
Jodha Akbar - Rangkuman 29
Setelah kematian Maham Anga semua penghuni istana merasa tenang sekaligus takut karena kutukan Maham Anga masih membayang-bayangi kehidupan anak-anak ratu Jodha dan raja Jalal.
7 bulan berlalu sejak kematian Maham, kehamilan ratu Jodha semakin membesar. Ratu Rukaya menaruh perhatian yang sangat besar terhadap ratu Jodha, karena merasa salah satu anaknya sedang ada dalam kandungan ratu Jodha.
Dalam sebuah kesempatan, ratu Rukaya membawa ratu Jodha ke seorang tabib yang terkenal yang berada diluar istana. Perjalanan tersebut dipersiapkan dengan sangat bagus oleh ratu Rukaya. Setelah ratu Jodha diperiksa, tabib mengatakan bahwa kondisi anak kembar dalam kandungan ratu Jodha dalam kondisi yang bagus dan diperkirakan akan lahir bulan depan.
Dengan perasaan senang mereka kembali pulang ke istana, namun dalam perjalanan pulang menuju istana terjadi hujan badai besar, perjalanan terganggu, tandu yang membawa ratu Jodha terlepas dari petugas, ratu Jodha merasa sangat kesakitan perutnya, akhirnya dalam kondisi kepepet di tengah perjalanan ratu Jodha melahirkan anak-anaknya dibantu oleh ratu Rukaya.
Jodha Akbar - Rangkuman 28
Raja Jalal yang mendengar perihal bayi Bhaksi Bano langsung ke ruangan Bhaksi dan sangat mengerti alasan Bhaksi berbohong. Raja kemudian membawa Syarifudin ke ruangan para ratu, raja bicara bahwa para wanita yang ada di ruangan tersebut boleh memukul Syarifudin dengan sepatu mereka, karena Syarifudin sudah memperlakukan istrinya dengan sangat tidak baik. *yaelah... kasian banget Syarif dipukul rame-rame sama penghuni harem*
Tiba-tiba Bhaksi Bhano muncul sambil menangis dan memohon untuk menghentikan pemukulan terhadap Syarifudin. Syarifudin meminta maaf kepada raja Jalal atas perbuatannya yang tidak menerima anak perempuan.
Berikutnya adalah upacara resmi pemberian nama bayi Bhaksi Bano, ratu Jodha hampir terlambat karena tiba-tiba Resham, pelayan Maham Anga datang menangis ke ruangan Jodha dan melaporkan kondisi MahamAnga yang tidak mau makan sejak beberapa hari. Moti mengingatkan Jodha untuk segera pergi ke acara upacara Bhaksi Bano supaya tidak terlambat. Jodha berkata pada Resham bahwa dia tidak dapat melakukan banyak hal untuk masalah Maham tapi Jodha berjanji akan memikirkan hal tersebut.
Upacara pemberian nama bayi Bhaksi Bano segera dimulai sesaat setelah Jodha bergabung di acara tersebut. Awalnya raja yang akan memberikan nama bayi perempuan Bhaksi Bano akan tetapi kemudian Syarifudin memohon kepada raja untuk memberikan nama bagi putrinya, yaitu Mehtab artinya cahaya bulan, menurut Syarifudin putrinya telah membawa cahaya dalam hidupnya. Semua yang hadir ikut senang mendengar penuturan Syarifudin tentang bayinya.
Monday, March 16, 2015
Jodha Akbar - Rangkuman 27
Setelah raja normal kembali dan siap memimpin kerajaan Mughal. Ratu Rukaya membayangkan bahwa Jodha dan Jalal akan berbahagia sebagai orangtua yang memiliki anak kembar.
Bhaksi Bano sudah akan melahirkan tapi rupanya Bhaksi sangat ketakutan terhadap Syarifudin yang kerap menyiksanya. Apalagi Bhaksi pernah diramal oleh salah seorang pengasuhnya bahwa kemungkinan bayi Bhaksi adalah bayi perempuan. Syarifudin sangat marah dan tidak menginginkan bayi perempuan kemudian memukul Bhaksi dengan sangat kasar. Syarif menginginkan bayi laki-laki.
Tibalah saatnya Bhaksi Bano melahirkan, tabib memberitahu bahwa bayi Bhaksi Bano yang baru lahir adalah seorang bayi perempuan. Bhaksi seketika menjadi sangat ketakutan. Ketika Syarif bertanya tentang bayi mereka, Bhaksi membenarkan perkataan Syarif yang menyatakan bahwa bayi mereka laki-laki. Syarif bukan main senangnya. Untuk sementara ini Bhaksi memohon pada tabib untuk memberitahu bahwa bayi Bhaksi adalah seorang bayi laki-laki, walaupun tabib tidak setuju tapi dia sangat kasihan juga bila Bhaksi menerima sikap kasar dari suaminya.
Jodha Akbar - Rangkuman 26
Maham Anga terjebak dalam permainan sandiwara Jalal, Maham menyangka bahwa memberikan umpan perempuan akan meluluhkan hati Jalal. Atifa & suaminya oleh Maham Anga dijadikan alat untuk menumbangkan kekuasaan raja Jalal. Maham berharap setelah raja digulingkan dirinya bisa berkuasa menjadi orang utama di kerajaan Mughal. Jadi saat itu juga Maham dimasukkan ke dalam penjara.
Jalal meminta maaf pada ibundanya dan para istrinya karena sudah berbohong serta menyakiti mereka, hal ini dilakukan untuk menangkap penjahat yang sebenarnya ada diantara mereka.
Adham Khan marah, menurutnya Jalal tidak adil karena sudah menghukum Maham Anga yang merupakan ibu angkatnya dan sudah merawat Jalal sejak masih kecil.
Adham Khan mulai menyusun rencana untuk mencelakakan raja. Dia mengutus orang untuk bertemu dengan raja di hutan. Pesan tersebut diterima oleh Atgah Khan. Akhirnya Atgah Khan menyamar dengan menggunakan jubah raja, di hutan Atgah yang disangka oleh Adham adalah Jalal dipanah dari jauh, kemudian Atgah terluka dan kembali ke istana.
Labels:
312,
313,
314,
315,
316,
317,
cerita jodha akbar,
Jodha akbar,
sinopsis jodha akbar 311
Sunday, March 15, 2015
Jodha Akbar - Rangkuman 24
Setelah Man Sing menemukan raja Jalal, segera dibawa ke tenda para wanita, betapa kagetnya raja bahwa musuh dibawah komando Abul Mali telah menyerang para wanita. Kemunculan raja Jalal membuat para ratu bersuka cita karena ternyata mereka memang sengaja dikecohkan oleh Abul Mali dengan berita kematian sang raja. Para ratu dengan semangat bercerita bahwa ratu Jodha telah menjadi pahlawan mereka yang menyemangati untuk tetap melawan musuh dan akhirnya mereka memperoleh kemenangan. Hidup ratu Jodha yeayy....
Mereka bersiap kembali ke istana Mughal dengan membawa kemenangan.
Ayah Jodha, raja Bharmal sangat bangga pada putrinya yang telah ikut berjuang membela kerajaan Mughal.
Nigar dan Abul Mali kembali ke Kabul menemui ratu Mahacucak. Ratu Mahacucak sangat marah karena pasukan yang berjumlah banyak yang dikirim olehnya kalah perang. Di saat ratu Mahacucak berbicara dengan orang kepercayaannya, dia tidak setuju Nigar yang telah kalah perang dibunuh, karena menurut ratu Mahacucak Nigar adalah alat yang selama ini digunakan olehnya dalam melakukan aksinya meraih singgasana kerajaan Mughal. Nigar yang saat itu ingin menemui ratu Mahacucak mendengar percakapan tersebut dan tersadarkan bahwa selama ini dia telah salah menilai ratu Mahacucak yang telah dianggap sebagai ibunya sendiri. Melainkan justru ratu Mahacucaklah yang sangat berambisi dan berniat jahat terhadap kakak tirinya Nigar yaitu raja Jalal.
Mereka bersiap kembali ke istana Mughal dengan membawa kemenangan.
Ayah Jodha, raja Bharmal sangat bangga pada putrinya yang telah ikut berjuang membela kerajaan Mughal.
Nigar dan Abul Mali kembali ke Kabul menemui ratu Mahacucak. Ratu Mahacucak sangat marah karena pasukan yang berjumlah banyak yang dikirim olehnya kalah perang. Di saat ratu Mahacucak berbicara dengan orang kepercayaannya, dia tidak setuju Nigar yang telah kalah perang dibunuh, karena menurut ratu Mahacucak Nigar adalah alat yang selama ini digunakan olehnya dalam melakukan aksinya meraih singgasana kerajaan Mughal. Nigar yang saat itu ingin menemui ratu Mahacucak mendengar percakapan tersebut dan tersadarkan bahwa selama ini dia telah salah menilai ratu Mahacucak yang telah dianggap sebagai ibunya sendiri. Melainkan justru ratu Mahacucaklah yang sangat berambisi dan berniat jahat terhadap kakak tirinya Nigar yaitu raja Jalal.
Jodha Akbar - Rangkuman 23
Shanaz atau Nigar yang saat ini telah kabur dari istana Mughal sebenarnya telah diketahui kebohongannya oleh Maham Anga, tapi seperti biasanya Maham Anga selalu memanfaatkan orang-orang yang berkeinginan untuk menghancurkan raja Jalal dan sejak tau bahwa Nigar bermaksud tidak baik Maham malah mendukungnya, tetapi Maham tidak pernah memberi tahu soal ratu Chan yang disanderanya, melainkan selalu berpihak pada Nigar yang telah salah paham mengenai keberadaan ratu Chan yang disangka olehnya selama bertahun-tahun disandera oleh raja Jalal. Jadi si Nigar itu tambah benci terhadap raja Jalal.
Nigar saat ini telah bergabung dengan ratu Mahacucak untuk mempersiapkan penyerangan terhadap kerajaan Mughal, dalam hal ini ratu Mahacucak juga mendapat bantuan dari Abul Mali yang merupakan musuh Jalal juga.
Jalal dibantu pasukan mencari keberadaan ratu Chan, namun usaha yang dilakukan oleh Jalal tanpa hasil karena ratu Chan sudah disembunyikan ke tempat yang aman oleh Maham Anga dan anaknya, Adam Khan.
Surat untuk berperang telah dikirimkan oleh pihak Mahacucak kepada raja Jalal, tapi raja Jalal sangat ragu karena dia tidak mau berperang melawan adiknya sendiri dan juga berperang melawan ibu tirinya yang juga ibunda dari Mirza Hakim adik yang sangat disayanginya.
Nigar saat ini telah bergabung dengan ratu Mahacucak untuk mempersiapkan penyerangan terhadap kerajaan Mughal, dalam hal ini ratu Mahacucak juga mendapat bantuan dari Abul Mali yang merupakan musuh Jalal juga.
Jalal dibantu pasukan mencari keberadaan ratu Chan, namun usaha yang dilakukan oleh Jalal tanpa hasil karena ratu Chan sudah disembunyikan ke tempat yang aman oleh Maham Anga dan anaknya, Adam Khan.
Surat untuk berperang telah dikirimkan oleh pihak Mahacucak kepada raja Jalal, tapi raja Jalal sangat ragu karena dia tidak mau berperang melawan adiknya sendiri dan juga berperang melawan ibu tirinya yang juga ibunda dari Mirza Hakim adik yang sangat disayanginya.
Jodha Akbar - Rangkuman 22
Flashback ke belakang Shanaz adalah teman baru ratu Jodha, mereka bertemu saat ratu Jodha keluar istana Mughal karena diusir oleh Jalal atas kesalahpahaman yang terjadi saat lalu. Shanaz berperilaku seperti orang gila, ratu Jodha merasa iba dengan nasib Shanaz, mereka menjadi akrab kemudian Shanaz ikut serta ke istana Amer tempat orangtua Jodha kemudian dibawa ke kerajaan Mughal saat ratu Jodha kembali ke Agra untuk bersatu kembali dengan raja Jalal.
Ternyata bukan tanpa alasan Shanaz mendekati ratu Jodha, saat lalu Shanaz (Nigar) yang sedang dalam perjalanan mendengar bahwa ratu Jodha istri raja Jalal pergi keluar dari istana Mughal dan secara kebetulan juga Shanaz mengetahui bahwa ratu Jodha berada di dekatnya *namanya juga sinetron, banyak kebetulan yang dibuat hehehe.
Kembali ke cerita di kerajaan, akan di adakan Meena Bazar dimana para istri raja Jalal akan memberikan hadiah terbaik untuk sang raja.
Semua hadiah masih menjadi rahasia sampai pada waktu pelaksanaan Meena Bazar.
Dalam kesempatan ini ratu Jodha menyiapkan mahkota indah bagi sang raja, namun kesempatan memberikan hadiah yang sangat indah tersebut telah dinodai oleh Shanaz yang membubuhkan racun di sekitar mahkota bagian dalam dengan tujuan saat mahkota tersebut digunakan oleh raja kepala sang raja akan terbakar dan kulit bagian kepala akan terkelupas.
Labels:
267,
268,
269,
270,
271 272,
273,
274,
cerita jodha akbar,
Jodha akbar,
sinopsis jodha akbar,
sinopsis jodha akbar 263,
sinopsis jodha akbar 264,
sinopsis jodha akbar 265,
sinopsis jodha akbar 266
Jodha Akbar - Rangkuman 21
Raja Jalal bermimpi bahwa dia melihat anak dalam ayunan dan itu adalah mimpi yang sangat indah dan berkesan, kemudian segera Jalal ke ruangan Jodha untuk menceritakan mimpinya tersebut dengan perasaan suka cita yang luar biasa.
Di kesempatan berikutnya ada perayaan dimana hari tersebut adalah hari saat raja Jalal merebut kembali kekuasaan Agra dari musuhnya dan sekaligus saat itu Jalal diberi gelar Akbar, raja Muhammad Jalalludin Akbar.
Di tempat lainnya, ratu Mahacucak yang menguasai wilayah Kabul, ibu tiri Jalal berencana untuk menyerang kerajaan Mughal sekaligus merebut kekuasan raja Jalal yang menjadi menjadi penguasa di wilayah kerajaan Mughal. Dalam rencana ini ratu Mahacucak memperalat Shanaz (Nigar).
Friday, January 30, 2015
Jodha Akbar - Rangkuman 20
Ratu Hamida, ratu Salima, Jiji Anga, Gulbadan dan ratu Jodha tergesa-gesa masuk ke ruangan Rukaya. Ratu Hamida cemas bertanya apa yang terjadi, Jalal menatap Rukaya tapi Rukaya tertunduk tidak berani menatap Jalal maupun yang lainnya. Dengan sedih Jalal mengatakan bahwa ratu Rukaya keguguran. Tabib membenarkan, semua terkejut. Jalal mendekati Rukaya, mengelus kepala Rukaya sambil membisikkan bahwa dia tahu Rukaya membohonginya, tapi berusaha tidak mempermalukan Rukaya di depan semua orang karena Rukaya merupakan istrinya dan juga teman baiknya. Rukaya terisak-isak, Jalal melepaskan Rukaya dan mendudukkan di kasur. Rukaya melihat Jalal yang wajahnya sangat kecewa dan marah yang ditahannya.
Di tempat lain, Shanaz berusaha menemukan tempat ibunya yang tersembunyi, dia melihat dan mendengar suara Maham Anga namun Shanaz masih belum paham apa yang dilakukan Maham.
Rukaya masih dihibur oleh ratu Hamida dan ratu Rukaya, Rukaya terus menangis karena takut Jalal menghukumnya. Setelah semua keluar ruangan, Rukaya minta maaf pada Jalal, bahwa yang dilakukan ini semata-mata karena dia ingin selalu dekat dengan Jalal dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Jalal menarik Rukaya ke pelukannya. Rukaya menangis keras-keras, dia tidak menyangka bahwa Jalal tidak marah padanya, Jalal juga mengatakan bila Rukaya ada masalah bisa mengatakan padanya karena Jalal tidak akan sanggup bila Rukaya menghianatinya lagi.
Jalal mendatangi Jodha, kemudian Jodha memeluk Jalal dan menenangkan Jalal. Jalal berterima kasih pada Jodha karena sudah menghentikan kemarahan terhadap Rukaya sehingga dia tidak kehilangan teman baik dan juga Rukaya tidak malu karena penghianatannya. Jalal sangat bersyukur bahwa Jodha mencintai Jalal bukan karena dia raja, melainkan karena perasaan cinta dan sayangnya yang besar terhadap diri Jalal sebagai manusia biasa.
Thursday, January 29, 2015
Jodha Akbar - Rangkuman 19
Jalal yang didampingi oleh Jodha diobati luka akibat serangan musuh oleh tabib istana. Kemudian Jalal berniat untuk memberitahu Rukaya, namun dicegah oleh Jodha demi alasan mencegah Rukaya nanti akan panik. Tapi rupanya Rukaya mendengar Jalal terluka dari para pelayan, kemudian dia berteriak teriak seperti biasa. *capek banget jadi orang kayak Rukaya yah? Aneh juga sih orang kayak gitu* Kemudian dengan tergesa-gesa dia langsung pergi ke kamar Jalal dan seperti biasanya yaa marah-marah gitu deh... Jodha meminta Rukaya duduk dan menyuruh pelayan mengambil air untuk Rukaya, tapi Rukaya dengan sengit malah menyemprot Jodha, dia bilang dia tidak suka dipotong pembicaraan saat sedang bicara dengan suaminya. Ada penekanan kata “suami” saat Rukaya bicara, yang artinya adalah Jalal adalah miliknya dan tidak ada yang bisa merebut dari sisinya. Jalal tetap bersabar menghadapi Rukaya, Jodha menyematkan gelang suci dari tempat berdoa, kemudian Rukaya diantar Jalal ke kamarnya dengan digandeng.
Sampai di kamar, Rukaya masih marah, Jalal menenangkannya kemudian dia mencium Rukaya dan memintanya beristirahat, setelah Jalal pergi Rukaya mengamuk lagi dan membuang gelang suci pemberian Jodha.
Tuesday, January 27, 2015
Jodha Akbar - Rangkuman 18
Rukaya lagi lagi menghisap hookah, sudah diingatkan oleh Hosiyar tapi malah marah-marah dan tetap menyuruhnya menyiapkah hookah yang berikutnya. Tiba-tiba Jalal datang ke ruangan Rukaya dan agak marah karena setahu Jalal Rukaya sudah diingatkan berulang kali untuk tidak menghisap hookah dalam kondisi hamil karena akan membahayakan anak yang ada dalam kandungan. *Jaman sekarang hookah itu semacam rokok kali ya* Kemudian Jalal juga marah pada Hosiyar. Rukaya berjanji untuk tidak menghisap hookah lagi.
Pagi hari Jodha mendatangi Rukaya yang masih tertidur, membangunkannya kemudian memberikan obat, tapi Rukaya yang pemalas dan pemarah selalu kesal bila diingatkan hal baik. Dalam kesempatan itu datang ibunda Jalal juga yang meminta Rukaya untuk minum obat agar anak dalam kandungan aman dan juga memberi tahu Rukaya bahwa ratu Hamida sudah memanggil tabib ternama untuk memeriksa kandungan Rukaya. Rukaya agak terkejut sekaligus cemas sambil memutar otak untuk mengelabui tabib yang akan didatangkan tersebut.
Subscribe to:
Posts (Atom)






