Masih di tempat Salim Christi, pada malam hari ketika raja Jalal memasuki sebuah kamar, disana dilihatnya ratu Jodha, mereka berdua sama-sama kaget dan tidak menyangka akan bertemu di tempat Syeh Salim Christi. Ternyata ratu Jodha yang sedang mengalami kegelisahan diundang oleh Syeh Salim Christi.
Setelah pertemuan yang kikuk, mereka berbincang-bincang tentang maksud Syeh Salim Christi, Jalal berkata bahwa ratu Jodha telah memberitahu sebelumnya tapi Jalal menyangka bahwa dengan berperang dan membuat orang lain sama menderita seperti yang dirasakannya itu akan membuat dirinya menjadi damai, ternyata salah.
Ratu Jodha menghampiri raja Jalal yang sedang bersimpuh, kemudian meminta maaf pada suaminya karena telah membuatnya menderita. Ratu Jodha merengkuh raja Jalal dalam pelukannya kemudian direbahkan kepala suaminya dibahunya. Mereka berdua menangis, raja Jalal merasa sangat sedih, haru dan merasa bersalah terhadap istrinya yang sangat baik dan sangat dicintainya itu. Dengan lembut ratu Jodha mengusap air mata Jalal dan sebisa mungkin membuat suaminya tenang.
Syeh Salim Christi berdoa untuk Jalal supaya diberikan jalan yang benar.
