Sharing Bakul Kue Rumahan
Alhamdulillah
acara hari Minggu tgl 18-Nov-2012 dengan tema “Sosialisasi bagaimana
menjadi UMKM binaan disperindagkop dan UMKM Mitra BUMN” bisa berjalan
dengan lancar.
Walaupun suasana alam sedikit syahdu karena
rintik hujan yang tiada henti, antusias teman-teman untuk menghadiri
acara ini tidak surut, terlihat tetap bersemangat dan terlihat happy
happy berkumpul untuk saling bertukar cerita, bertukar pengalaman dan
bertukar informasi untuk saling support kemajuan usaha masing-masing.
Alasan diadakannya acara ini adalah sbb :
1.Banyak bakul kue yg belum familiar ttg pengurusan legal yang terkait
dg usaha kuenya, misalnya SKDU (surat keterangan domisili usaha), PIRT
(pangan industry rumah tangga), dsb.
2.Minimnya informasi dari
dinas2 di pemerintahan ttg binaan utk UMKM, kecuali utk teman2 yg
sangat aktif mencari info-info langsung ke dinas terkait.
3.Tidak bisa dipungkiri bahwa usaha “Bakul Kue Rumahan” ini bukan usaha
yang hanya dianggap sbg usaha sampingan, namun… bila kita serius
menjalaninya bisa jadi “Bakul Kue Rumahan” ini menjadi penghasilan utama
kita.
4.Byk teman2 yg blm fokus sama produk yg dijual.
‘----------
No.1
Langkah awal yg harus dilakukan oleh para pengusaha makanan/minuman skala rumahan.
* Bikin SKDU
* Bikin P-IRT
* Bikin Seritifikat Halal (bila memang dibutuhkan)
Step by step bikin SKDU
1.Minta Surat Pengantar dari RT: Gak bayar (masukin aja ke kas RT)
2.Surat Pengantar dari RW: Gak Bayar (masukin aja ke kas RW)
3.Bikin keterangan ijin tetangga kanan kiri depan belakang
4.Datang ke kelurahan setempat untuk membuat SKDU
SKDU adalah Surat Keterangan Domisili Usaha
Kemarin saya sampaikan ke teman-teman yang hadir, suka atau tidak suka,
mau tidak mau SKDU ini harus kita buat sebagai infomasi formal terhadap
pihak lain akan usaha yang kita lakukan.
Memang saat proses
pembuatan SKDU tersebut kita akan mengalami hal-hal yang mungkin kurang
menyenangkan di kelurahan/kecamatan setempat. Tetapi ya jalani saja… ada
trik2 yg mungkin harus kita ketahui supaya kita membayar sejumlah uang
administrasi yg wajar.
Misalnya, contoh banyak kasus nih ya…
Orang kelurahan biasanya mengira kalau kita membuat SKDU itu artinya
kita akan menerima bantuan/pinjaman uang dari suatu lembaga keuangan
(bank dsb) makanya saat kita mengajukan SDKU orang kelurahan suka kasih
tarif yg kurang normal alias minta duit ke kita jumlahnya banyak.
Info dari teman UMKM juga kalau sebenarnya tarif untuk membuat SKDU di
kelurahan biasanya cuma Rp. 100.000,- tapi kadang orang kelurahan
memberi tarif yg lebih besar, teman-teman bisa bilang kalau saat ini
kita baru mau memulai usaha, bukan untuk pinjaman bank atau dapat
bantuan dari pihak manapun.
Mungkin yang domisili di Jakarta gak begitu sulit saat ini kali ya? Sejak era Jokowi… (bener gak?)
Oiya… ada sharing juga dari temen UMKM, waktu dia ngurus SKDU di
kelurahan tempat tinggalnya, dia sempat disodorkan surat perjanjian dari
kelurahan yang intinya kalau nanti usahanya udah sukses mau konstribusi
berapa banyak per tahun ke kelurahan? Saya dengernya rada risih deh…
kok kita yang mau cari duit udah mau dipalakin duluan ya sama kelurahan,
aneh aja sih …. Tapi mungkin itulah protret umum sebuah lembaga
pemerintahan di “Kelurahan”.
Temen saya juga sharing, kalau pihak
kelurahan menyodorkan secara tertulis tentang konstribusi dari kita tiap
tahunnya ke kelurahan ya isi aja Rp 50.000,- kalau ditanya macem2 lagi
sama orang kelurahan, jawab aja… yaa…namanya juga baru mau mulai usaha
pak, susah tau cari duit halal… hehehe atau kalau mau menjawab yang rada
galak bilangnya gini ‘kelurahan sendiri apa konstribusinya terhadap
kemajuan usaha kita? Apakah akan membina atau memberi bimbingan atau
pelatihan khusus untuk UMKM yang berada di wilayah mereka supaya bisa
maju pesat? Berani gak pada nanya gitu sama petugas kelurahan? Hehehe
Bikin P-IRT
P-IRT adalah kepanjangan dari Pangan Industri Rumah Tangga, dimana
untuk mendapatkan Sertifikat P-IRT tersebut harus melalui proses
penyuluhan dari Dinas Kesehatan setempat yang ditujukan bagi kalangan
pengusaha Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) untuk mendapatkan arahan
kesehatan pangan yang diproduksi oleh pengusaha pangan serta cara
produksi yang sesuai dengan standar kesehatan manusia.
Salah satu syaratnya adalah harus punya SKDU.
Cara membuat PIRT :
Daftar ke DINKES Kesehatan setempat, disini cukup mudah, kita bisa
daftar ke bagian pelayanan Makanan & Minuman ambil formulir jangan
lupa bawa sample produknya, biayanya 300 Ribu (saat 3th lalu loh ya..
dan biaya termasuk biaya penyuluhan biaya makan/snack saat penyuluhan
dan juga sertifikat P-IRT).
Saat penyuluhan nanti sekitar 2
hari penuh dari pagi sampe sore. Biasanya DinKes harus mengumpulkan
sekitar 30 pendaftar dulu supaya penyuluhan bisa diselenggarakan. Jadi
kalau mau rada cepet bisa daftar barengan aja kali sesama teman bakul
kue.
Saat hari penyuluhan, kita selama 2 hari penuh mendapatkan
bimbingan dari DINKES dimana materinya kurang lebih tentang cara
pengolahan bahan yang baik, penyakit pangan, sanitasi, undang undang
& Pengawasan Pangan, dll.
Setelah penyuluhan biasanya akan ada
kunjungan lapangan ke tempat usaha, kunjungan ini dimaksudkan untuk
melihat secara langsung apakah sarana produksi (alat dan mesin, tempat,
bahan yang digunakan, bahan pembantu, dll), cara proses pengolahan, dll
sudah dilaksanakan dengan baik oleh UMKM sesuai dengan prinsip-prinsip
keamanan pangan yang telah diperoleh selama penyuluhan.
Demikian dari pengalaman saya pribadi saat mengurus P-IRT, Kalaupun ada
beberapa perubahan kebijakan semoga gak jauh-jauh dari info diatas.
No. 2
Minimnya informasi dari dinas-dinas di pemerintahan tentang UMKM
Binaan kecuali untuk teman-teman yang sangat aktif mencari info-info
langsung ke dinas terkait. Maksudnya adalah dari disperindag sendiri
belum menjangkau UMKM sampai ke masyarakat bawah, terbatas hanya bagi
mereka pelaku UMKM yang aktif secara langsung menghubungi petugas
disperindag atau secara aktif mendatangi disperindag.
Jadi kalau
tidak langsung mendatangi dinas ya kita tidak dapat info, atau kita
tidak berkumpul dengan sesama UMKM ya kita juga tidak dapat info
apa-apa.
Sedikit sharing, ini informasi langsung dari
disperindagkop kabupaten Bekasi ttg plan 2013 saat saya mengikuti
“Seminar UMKM Dalam Menghadapi Persaingan Pasar Global” di hotel Sahid
Jaya Cikarang pada 14 Nov 2012.
Di th 2013 disperindag akan semakin menggalakkan program-program yang terkait dengan UMKM diantaranya adalah sbb :
-Intermediasi keuangan
-Bintek kelembagaan
-Bintek kewirausahaan
-Sinergitas pengembangan & penguatan dalam pemberdayaan UMKM (contoh PIRT)
-Gelar produk
-Pemetaan UMKM
-Sertifikasi halal
Nah… dg byknya program dan dukungan pemerintah untuk pelaku UMKM itu akan semakin memudahkan kita dalam mengembangkan usaha.
Jadi dalam hal ini pemerintahan setempat juga butuh kita semua para
pelaku usaha untuk bisa sama-sama menjalankan program-program yang sudah
mereka buat ke depan, sayangnya mereka sendiri kurang bisa terjun ke
masyarakat luas untuk menginformasikan hal ini. Jadi benar-benar kita
sendiri yang harus aktif.
Setelah SKDU kita miliki, hubungi
dinas perindustrian perdagangan dan koperasi setempat untuk ikut jadi
UMKM binaan mereka, ini gak bayar.
Mereka cuma minta stempel usaha kita dan fotocopy SKDU.
Sering-sering hubungi mereka tanya-tanya tentang program apa dalam waktu dekat, supaya kita bisa diikutsertakan.
Berkaitan dengan program-program yang akan dilakukan oleh disperindag
maka bila kita sudah menjadi UMKM binaan, pengurusan seperti P-IRT,
sertifikasi Halal dari MUI atau Hak merk/hak cipta usaha oleh HKI bisa
kita dapatkan secara gratis dibiayai oleh pemerintah setempat, termasuk
juga pelatihan-pelatihan ataupun seminar-seminar yang mereka adakan
semuanya gratis bagi UMKM Binaan.
No. 3
Tidak bisa
dipungkiri bahwa usaha “Bakul Kue Rumahan” ini bukan usaha yang hanya
dianggap sbg usaha sampingan, namun…bila kita serius menjalaninya bisa
jadi “Bakul Kue Rumahan” ini menjadi penghasilan utama kita.
Sedikit sharing dari p asdwin quemama – saat lalu kita kunjungan ke tempat beliau
tujuan kita jualan kue itu apa?
Untuk bersenang-senang, bisa…
Untuk sampingan saja, itu juga bisa
Untuk sekedar menyalurkan hobi, bisa
Untuk apapun bisa…
Klo saya pribadi ingin menjadikan usaha kue ini sbg penghasilan utama
saya dan keluarga, karena dengan tujuan tersebut saya akan bekerja
dengan serius sekali bagaimana caranya untuk membesarkan usaha kue yang
sudah saya rintis sejak beberapa tahun lalu.
Begitu juga dengan
teman2 smua, tujuan itulah yang akan menjadikan usaha kita seperti yang
kita impikan. Tujuan itulah yang menjadi ‘goal’ kita dalam berusaha.
No. 4
Banyak teman-teman yang masih belum fokus sama produk yang dijual,
kebanyakan teman-teman bakul kue rumahan ini menjual segala macam jenis
produk yang memang bisa dibikin, padahal kalau terlalu banyak macam
produk ini akan sangat membingungkan diri kita sendiri, lebih bagus
kalau sejak sekarang mulai mensortir lagi jenis-jenis kue macam apa yang
sekiranya paling menguntungkan untuk dijual dan dibuat dalam jumlah
yang banyak serta yang mudah untuk dipasarkan ke masyarakat umum. ini
sangat penting utk meng-optimalkan penjualan kita.
Kalau istilah p asdwin itu ‘one single brillian product’
Nah … untuk yang belum punya produk unggulan, silahkan mencari ide-ide
untuk memiliki one single brillian product, untuk teman-teman yang
senior baker, biasanya udah punya banyak produk yang bagus dan
enak-enak, tinggal pilih salah satu aja yang bisa dijadikan produk
unggulan dari usaha kita.
Bagaimana menjadi UMKM Mitra BUMN
Kalau dari pengalaman saya pribadi untuk menjadi UMKM Mitra BUMN memang
harus meminjam sejumlah uang ke lembaga-lembaga BUMN, setelah itu kita
juga diikutsertakan dalam pelatihan-pelatihan atau seminar-seminar
dengan tema yang berkaitan dengan dunia usaha, dan juga kita
diikutsertakan dalam pameran-pameran baik skala kecil maupun besar oleh
BUMN yang bersangkutan.
Demikian yang bisa saya share kali ini, semoga bermanfaat untuk teman-teman semua.
Wassalam
No comments:
Post a Comment